![]() |
Aktifitas pertambangan dianggap seperti uang logam yang memiliki dua sisi yang saling berlawanan, yaitu sebagai sumber kemakmuran sekaligus perusak lingkungan yang sangat potensial. Sebagai sumber kemakmuran, sektor ini menyokong pendapatan negara selama bertahun-tahun. Sebagai perusak lingkungan, pertambangan terbuka (open pit mining) dapat mengubah secara total baik iklim dan tanah akibat seluruh lapisan tanah di atas deposit bahan tambang disingkirkan. Hilangnya vegetasi secara tidak langsung ikut menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen dan pengatur suhu.
Idealnya, suatu perusahaan berkewajiban untuk menyejahterakan masyarakat
sekitar. Caranya? Dengan merekrut mereka menjadi pegawai tetap di perusahaan
itu. Jika mereka belum memenuhi kriteria sebagai seorang pegawai, maka menjadi
kewajiban perusahaan untuk melatihnya sampai mereka memenuhi kriteria. Dengan
cara ini, perusahaan akan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat
sekitar. Akan tetapi, banyak perusahaan yang tidak mau memenuhi kewajibannya
karena hal itu akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Akibatnya, tingkat
keuntungan yang diperoleh perusahaan akan lebih sedikit.
Dalam jangka pendek mungkin hal itu benar. Akan tetapi jika mereka berpikir jangka panjang akan lain jadinya. Sebenarnya, menyejahterakan masyarakat sekitar merupakan investasi sosial yang amat diperlukan bagi perusahaan. Jika masyarakat merasakan bahwa kehadiran perusahaan itu amat menguntungkan mereka, mereka pasti akan berusaha melindungi perusahaan itu dari berbagai ancaman. Mereka akan berusaha menjaga dengan segala kemampuan mereka agar perusahaan itu maju dan terus maju. Sebab kemajuan perusahaan itu berarti juga peningkatan kesejahteraan bagi mereka.
Akan tetapi, kebanyakan yang terjadi sebelum
perusahaan pasir besi beroperasional pun, masyarakat sudah merasakan dampak
sosialnya. kenapa? Contoh dekatnya saja
yang terjadi didesa poigar I kecamatan poigar kab bolmong, sebetulnya masalah
ini dapat dijadikan tolak ukur akibat dari sistim perusahaan yang se
bisa-bisanya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan persetujuan warga mulai
dari suap menyuap, sogok menyogok, akibatnya masyarakat terpecah belah baik
yang pro maupun kontra, kehidupan yang semula tentram dan damai berubah menjadi
ricuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar