suasana saat ribuan masyarakat poigar blokir jalan trans
Poigar
- Lagi-lagi PT Malta melanggar kesepakatan dengan masyarakat, janji
sosialisasi di 9 Desa di kecamatan poigar belum terpenuhi malah pada
sabtu (26/10) pukul 11 wita hariini, PT Malta memaksakan 3 buah mobil
kontainer berisi alat operasional perusahaan masuk dengan dikawal
sekitar 200 personel aparat gabungan polres bolmong yang dipimpin oleh
Kabag Reskrim Iver Manosso,
Hal itu memicu emosi warga hingga
akhirnya ribuan warga dari desa paoigar 3 ,poigar 2, poigar 1, tiberias,mondatong, nonapan,dan gogaluman, memblokir ruas jalan trans
sulawesi tepatnya di desa poigar 3 selama 4 jam, yang menimbulkan
kemacetan yang sungguh luar biasa hanya 1 unit kendaraan ambulans yang
ijinkan melewati blokade jalan itu karena ada pasien yang sekarat.
Berbagai aksipun dilakukan mulai dari membakar ban ditengah jalan
hingga merobohkan sejumlah pohon yang berada dipinggir jalan untuk
membuat barikade pemblokiran secara besar2an, walaupun aksi masyarakat
sudah seperti itu, aparat pun bersikeras untuk tidak mengeluarkan alat
PT Malta entah apa yang ada dibenak para petinggi polres itu, malah
sempat terjadi adu mulut antara masyarakat dengan kabag reskrim iver
manosso.
Tak lama berselang, kapolres bolmong Hisar Siallagan
pun tiba dilokasi dan memerintahkan masyarakat untuk tidak melakukan
blokade jalan, namun masyarakat tetap bersikeras, hingga akhirnya
dilakukan negosiasi dgn masyarakat dan menyepakati aksi blokade jalan
dibuka asalkan alat PT Malta keluar dari areal pertambangan,
masyarakatpun menyetujui dan membuka blokade jalan tersebut.
Satu jam berlalu namun kesepakatan untuk mengeluarkan tiga unit mobil
kontainer seakan tak dilaksanakan, ribuan wargapun berang, warga
kemudian menuju lokasi pertambangan PT malta dan melempari satu buah
kaca mobil kontainer tersebut bahkan nyaris membakar satu buah eksavator
milik PT Malta.
Melihat aksi tersebut puluhan aparat polres
bolmong melepaskan tembakan peringangtan dan gas air mata kearah warga,
bahkan beberapa personel sempat mengejar warga dan memukul 4 orang
diantaranya (indra mokodongan, ato mokodongan, raha lamanihu, yanto
mokodongan dan radianto mokodongan.
Radianto mokodongan sempat
diamankan oleh aparat, tragisnya, walaupun radianto dipukuli dua orang
warga pro PT Malta yang diketahui berinisial YM dan OM, malah petugas tidak segera melerainya akibatnya 2
pukulan mendarat diwajah radianto yang belakangan diketahui seorang guru
asal desa nonapan itu. Sungguh tragis, aparat yang fungsinya sebagai
pelindung,pengayom dan pelayan masyarakat malah berpihak kepada
perusahaan karena menjalankan perintah katanya.
Dengan
perjuangan yang luar biasa itu akhirnya 3 unit mobil kontainer milik PT
Malta dikeluarkan oleh aparat polres bolmong atas perintah kapolres
bolmong hisar siallagan dan wakapolres minsel jefry palit, merasa
keinginannya terpenuhi ribuan wargapun segera membubarkan diri tanpa
perlawanan.(sulistiomokodongan/MT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar