Minggu, 10 November 2013

PT Malta Biang Keladi Konflik di Desa Poigar

suasana saat ribuan masyarakat poigar blokir jalan trans
Poigar - Lagi-lagi PT Malta melanggar kesepakatan dengan masyarakat, janji sosialisasi di 9 Desa di kecamatan poigar belum terpenuhi malah pada sabtu (26/10) pukul 11 wita hariini, PT Malta memaksakan 3 buah mobil kontainer berisi alat operasional perusahaan masuk dengan dikawal sekitar 200 personel aparat gabungan polres bolmong yang dipimpin oleh Kabag Reskrim Iver Manosso,

Hal itu memicu emosi warga hingga akhirnya ribuan warga dari desa paoigar 3 ,poigar 2, poigar 1, tiberias,mondatong, nonapan,dan gogaluman, memblokir ruas jalan trans sulawesi tepatnya di desa poigar 3 selama 4 jam, yang menimbulkan kemacetan yang sungguh luar biasa hanya 1 unit kendaraan ambulans yang ijinkan melewati blokade jalan itu karena ada pasien yang sekarat.

Berbagai aksipun dilakukan mulai dari membakar ban ditengah jalan hingga merobohkan sejumlah pohon yang berada dipinggir jalan untuk membuat barikade pemblokiran secara besar2an, walaupun aksi masyarakat sudah seperti itu, aparat pun bersikeras untuk tidak mengeluarkan alat PT Malta entah apa yang ada dibenak para petinggi polres itu, malah sempat terjadi adu mulut antara masyarakat dengan kabag reskrim iver manosso.

Tak lama berselang, kapolres bolmong Hisar Siallagan pun tiba dilokasi dan memerintahkan masyarakat untuk tidak melakukan blokade jalan, namun masyarakat tetap bersikeras, hingga akhirnya dilakukan negosiasi dgn masyarakat dan menyepakati aksi blokade jalan dibuka asalkan alat PT Malta keluar dari areal pertambangan, masyarakatpun menyetujui dan membuka blokade jalan tersebut.

Satu jam berlalu namun kesepakatan untuk mengeluarkan tiga unit mobil kontainer seakan tak dilaksanakan, ribuan wargapun berang, warga kemudian menuju lokasi pertambangan PT malta dan melempari satu buah kaca mobil kontainer tersebut bahkan nyaris membakar satu buah eksavator milik PT Malta.

Melihat aksi tersebut puluhan aparat polres bolmong melepaskan tembakan peringangtan dan gas air mata kearah warga, bahkan beberapa personel sempat mengejar warga dan memukul 4 orang diantaranya (indra mokodongan, ato mokodongan, raha lamanihu, yanto mokodongan dan radianto mokodongan.

Radianto mokodongan sempat diamankan oleh aparat, tragisnya, walaupun radianto dipukuli dua orang warga pro PT Malta yang diketahui berinisial YM dan OM, malah petugas tidak segera melerainya akibatnya 2 pukulan mendarat diwajah radianto yang belakangan diketahui seorang guru asal desa nonapan itu. Sungguh tragis, aparat yang fungsinya sebagai pelindung,pengayom dan pelayan masyarakat malah berpihak kepada perusahaan karena menjalankan perintah katanya.

Dengan perjuangan yang luar biasa itu akhirnya 3 unit mobil kontainer milik PT Malta dikeluarkan oleh aparat polres bolmong atas perintah kapolres bolmong hisar siallagan dan wakapolres minsel jefry palit, merasa keinginannya terpenuhi ribuan wargapun segera membubarkan diri tanpa perlawanan.(sulistiomokodongan/MT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar